Rabu, 03 Februari 2016

PSIKOLOGI & TEKNOLOGI INTERNET

-     Nama     : Sherly Anggraeni
     Kelas     : 2PA10
-      NPM      : 1A514226
-    Chapter : 7 “Revisiting Computer-Mediated Communication for Work, Community, and       Learning”

Introduction
Revisiting CMC and Internet Debates
Unbundling Users and Their Online Activities
Online and Offline Integration
Wrapping Up
References


INTRODUCTION
Semua perdebataan tentang kegunaan dan kelayakan computer-mediated
communication (CMC) sudah banyak diketahui. CMC menentang beberapa argumen tentang cara untuk mengurangi isyarat dari lingkungan yang membuatnya tidak dapat membangun kepercayaan, persahabatan, dan hubungan yang kompleks. Pada waktu yang sama, CMC merayakan kebebasan yang berkaitan dengan isyarat argumen yaitu dengan memberikan karkter pribadi, status, dan jenis kelamin (e.g., Turkle, 1995; for reviews of debates about CMC, see Culnan & Markus, 1987; Haythornthwaite et al., 1998; Herring, 2002). Salah satu pihak berpendapat bahwa waktu secara online adalah waktu yang diambil dari hubungan yang nyata, sementara yang lain memuji keuntungan hubungan online di masyarakat (e.g., Nie, 2001; Kraut et al., 1998; for reviews of debates about the Internet, see Boase & Wellman, 2005; DiMaggio et al., 2001; Haythornthwaite & Wellman, 2002; Wellman et al., 1996).
            Sejumlah sarjana telah mencatat, CMC dan internet tanpa henti telah masuk ke dalam  kehidupan sehari-hari (Wellman & Haythornthwaite, 2002; Bakardjieva & Smith, 2001), sekarang CMC juga terhubung dengan internet, keterhubungan tersebut menjadikan CMC dan internet tidak dapat membahas satu tanpa yang lain. Perdebatan CMC dan internet telah ditinjau ulang untuk mencari cara mendamaikan hasil yang bertentangan, dan menyimpulkan beberapa pertanyaan-pertanyaan baru untuk meminta pencerahan dari CMC.
REVISITING CMC AND INTERNET DEBATES
            Argumen yang menentang CMC berfokus untuk “mengurangi isyarat” pada lingkungan komunikasi (Culnan & Markus, 1987; Short et al., 1976), cara berkomunikasi telah dikurangkan, komunikasi digunakan untuk pertukaran teks saja, tanpa penambahan isyarat suara,  ekspresi wajah, sikap tubuh, dan penampilan pribadi. Namun, jika hanya menggunakan pertukaran teks saja, hal tersebut membuat CMC tidak bisa menyampaikan komunikasi dalam bentuk isyarat misalnya, ekspresi senyum digantikan dengan komentar yang ironis. Komunikasi online tanpa isyarat menghambat kemampuan untuk menyampaikan pesan yang jelas dan menghambat kemampuan untuk memeriksa makna dari komunikasi berbagai isyarat. Di sisi negatif, hal ini dapat menyebabkan ketidakpercayaan dalam hal formal dan dalam hubungan dengan orang lain. Mereka harus bekerja keras untuk membuat percakapan menjadi lebih jelas (Clark & Brennan, 1991; DeSanctis & Poole, 1994).
CMC mengakui dengan berkurangnya isyarat dari lingkungan komunikasi, menjadikan sebagai aspek yang positif. Berkurangnya isyarat dapat meningkatkan partisipasi dan perlakuan yang setara karena kurangnya interaksi dalam bertatap muka; seseorang bisa dihakimi hanya karena sebuah teks komunikasi mereka. CMC tanpa isyarat memungkinkan orang untuk berpikir sebelum mengirim, memberi waktu untuk menyusun sebuah argumen atau jawaban untuk pertanyaan, dan berpikir dua kali sebelum mengirim jawaban yang memungkinkan berdampak besar. CMC tanpa identitas menjadi penghalang antara diri sendiri secara online dan offline, menjadikan diri mereka untuk memperkenalkan identitas yang baru atau berbedanya identitas pribadi dengan yang asli. CMC tidak (dan mungkin tak pernah) menganggap isyarat sebagai gagasan, dan tidak dapat menjaga hubungan pribadi dengan seseorang.
            Alasan mengenai pertentangan CMC telah dilihat dalam diskusi baru dari internet; CMC tidak cukup kuat untuk mendukung hubungan dekat antar pribadi, sehingga orang-orang yang menghabiskan waktu di internet akan kehilangan manfaat seperti hubungan di lingkungan terdekat. Secara geografis banyak masyarakat yang menghabiskan waktu online dengan orang asing dan dengan masyarakat yang berada di daerah geografis lain. Sebuah studi menemukan dukungan untuk disintegrative waktu online, seperti mengurangi interaksi lokal dengan orang lain, khususnya yang berada di rumah (Kraut et al., 1998; Nie, 2001).
            Pada awalnya CMC bertujuan untuk mempelajari bagaimana organisasi dapat melibatkan para pekerja yang menggunakan email untuk berkomunikasi antara pemerintah pusat dan kantor daerah (Sproull & Kiesler, 1991). Jaringan online telah menjadi penghubung dengan masyarakat internasional dan sebagai pertukaran informasi antara pemahaman pemikiran yang satu dengan pemikiran yang lain (Walsh & Bayma, 1996; Walsh et al., 2000; Nissenbaum & Price, 2004). Studi terbaru menemukaan bahwa murid-murid di perguruan tinggi memperoleh manfaat dari adanya kontak e-mail yang menghubungkan mereka dengan keluarga yang berada dirumah (LaRose et al., 2001); dan orang-orang yang telah berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan yang lain mampu menjaga kontak dengan tetangga sebelumnya (Hampton & Wellman, 2002).
            Saat ini komunitas geografi sering mengubah teknologi komunikasi dan informasi sebagai cara untuk membangkitkan komunitas, kebangkitan komunitas tersebut tidak hanya untuk menunjukkan keberadaan mereka. Pergerakan ini telah diungkapkan dalam teori freenets, teorinya sering disebut dengan jaringan inisiatif masyarakat, dan telah dibahas oleh para peneliti di daerah komunitas informatika (e.g., see the Journal of Community Informatics, http://ci-journal.net/index.php).
Tetapi masih ditemui pandangan yang berbicara seolah-olah “internet” merupakan suatu objek monolitis, orang-orang berinteraksi dengan orang lain hanya melalui satu cara yaitu dengan menggunakan “internet”. Objek monolitis tersebut mengabaikan perbedaan pandangan tentang siapa yang menggunakan internet, untuk apa tujuan penggunaan internet, kapan dan dimana internet digunakan, dari konteks kebudayaan apa, dengan siapa orang berinteraksi, dan dalam jenis teks apa.
Dua kecenderungan dalam penelitian CMC dapat terbukti. Pertama, studi mendapatkan beberapa alasan dari pengguna yang mengurangi dan yang menggunakan, mengartikulasikan perbedaan di antara pengguna online daripada mereka yang tidak online. Studi-studi tersebut membedakan aktivitas komunikasi online dalam mencari informasi, pemeliharaan hubungan, bekerja, belajar, hiburan, memeriksa hubungan sosial, dan menjaga hubungan dengan cara komunikasi online. Kedua, memperlakukan online dan offline sebagai dua bagian dari keseluruhan, di mana online dan offline melayani tujuan bersama, seperti menghubungi teman dan keluarga atau untuk menjaga hubungan komunitas geo.
UNBUNDLING USERS AND THEIR
ONLINE ACTIVITIES
CMC dan internet telah melampaui dasar kerja komunikasi, sehingga penelitian tentang perbedaan dari keduanya dapat ditemui di antara pengguna internet dan konteks yang menggunakan cmc. Berbagai studi dilakukan untuk mencari tahu berapa banyak orang yang menggunakan komputer, cmc, dan internet. Dimulai dengan menghitung berapa banyak orang yang memiliki komputer, memiliki akses internet dan telah menggunakan aplikasi seperti e-mail. Profil dari orang yang memiliki akses internet saat ini sudah lebih inklusif, studi yang baru menunjukkan lebih dari sekedar urusan melihat akses si pengguna internet. Aspek yang digunakan dalam jumlah waktu yang diperlukan untuk online masih membedakan sifat pengguna aktivitas online. Aspek lain dari pengguna yang juga sekarang dipertimbangkan, seperti bagaimana perbedaan jumlah tahun online mempengaruhi penggunan, serta bagaimana psikologi dan adopter berperan penting dalam hasil penggunaan internet.
Sekali menggunakan antara dan di antara manusia dianggap, maka dinamika hubungan interpersonal, kelompok interaksi, dan jejaring sosial datang ke dalam bermain, lebih lanjut memberikan wawasan cmc dan penggunaan internet.
USERS OF CMC AND THE INTERNET
Sampai saat ini, telah diambil dana untuk diberikan kepada mereka yang mulai menggunakan cmc dan internet pada awal modal untuk pengguna nanti. Namun, ini diabaikan bagaimana pengguna gelombang pertama sesuai dengan profil awal pengguna inovasi: mereka lebih kosmopolitan, lebih aktif sosial, dan mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi  dan tingkat pendidikan (Nie et al., 2002; Rogers, 1995). Awal pengguna juga sebagian besar muda, putih, kaya, dan laki laki. Ini telah mengarahkan perhatian bahwa dampak sosial dari internet mencerminkan atribut dari pengguna pada internet (Nie, 2001; Howard et al., 2002; Kavanaugh & Patterson, 2002). Konektifitas yang lebih baik juga ditemukan extroverts dari pada introverts (Kraut et al., 2002), dan bagi mereka yang bekerja berdekatan atau hubungan pertemanan, (Haythornthwaite & Wellman, 1998; Haythornthwaite, 2001, 2002), karakteristik yang lainnya bahwa prediksi individualis dan telah berhubungan baik. Apa yang terjadi dengan CMC selanjutnya dan internet mungkin dianggap berbeda saat pengguna yang lama dan mereka yang baru berbeda dan perbedaan demografis meningkatkan jumlah online mereka, tapi itu adalah kemungkinan bahwa itu masih akan menjadi koneksi yang bagus yang membuat sebagian besar dari kesempatan ini dan yang teknologi tawarkan.
Studi memiliki pusat utama didalam cara mengukur tradisi dari penggunaan demografis. Contohnya, jenis kelamin, ras dan status sosial ekonomi, dengan memusatkan yang sekarang bernama "Kesenjangan Digital" (NTIA, 2000,2002.). Hasil di Amerika Serikat menunjukkan bahwa online sekarang sama rata antara pria dan wanita, tapi upaya pria dan wanita lakukan karena online berbeda. Pria lebih banyak menggunakan untuk bekerja, mencari berita olahraga, politik, informasi finansial dan berita terbaru, belanja online, perdagangan saham, lelang online, mengunjungi situs pemerintah, dan mendownload lagu. Wanita cenderung untuk kesehatan dan informasi agama, menyelidiki pekerjaan baru, dan bermain permainan (Howard, 2002). Wanita lebih menggunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga dan membantu mengatur keluarga dengan koneksi internet (Boneva & Kraut, 2002; Kazmer & Haythornthwaite, 2001).
            Sementara penduduk Amerika berkulit putih masih lebih menunjukan aksesnya dibanding minoritas, penggunaan meningkat diantara penduduk kulit hitam dan latin. Masih belum diketahui, yang mana dari dua kelompok yang terkahir kali online (Howard et al., 2002). Howard et al. (2002) menemukan di Amerika Serikat, bahwa sementara secara keseluruhan dari orang yang online mulai menunjukan perbadaan dari jenis kelamin dan ras yang menghilang. Perbedaan masih terlihat dibeberapa waktu saat online, dengan minoritas online yang kurang dan sedikit waktu dari kulit putih.
ONLINE CONTENT AND USEFULNESS
            Penelitian baru memberikan perhatian untuk konteks dimana teknologi, CMC, dan internet adalah memperkenalkan, dan khususnya konten secara online dan penghubung untuk berbagai potensial dan aktual pengguna CMC dan internet. Katz dan Rice (2002b), misalnya, menemukan bahwa sementara perbedaan penggunaan bertahan dijenis kelamin, usia, pendapatan rumah tangga, pendidikan, dan ras, itu semua menghilang setelah mengendalikan kesadaran internet, menunjukan masalah tidak tepat, tapi itu semua dianggap sebagai catatan yang lebih lama manfaatnya.
GROUPS, NETWORKS, AND COMMUNITIES
Spears et al. (2001), Warschauer (2003), dan DeSanctisdan Poole (1994) perhatian mereka tertuju untuk pentingnya kelompok konteks dengan cermat menggunakan dari CMC.
DeSanctis dan Poole memiliki konsep adaptive struktural yang menekankan bagaimana kelompok mengatur norma-norma mereka sendiri dengan standar komunitas yang dibuat dan diperkuat melalui penggunaan yang sebenarnya dan perhatian yang diberikan kepada fitur media yang lain. Spearset al. (2001) menunjukan bahwa perbedaan apa yang kelompok hadiri untuk apa yang paling menarik pengaruh kelompok yang norma normanya diadopsi. Kedua set penulis menunjukan bahwa karena perbedaan dikelompok, perilaku komunikasi dalam satu kelompok tidak perlu selalu muncul dalam lain nya.
SOCIAL NETWORKS
Penelitian jaringan sosial melihat penggunaan CMC di dalam hubungan dari orang
 yang berhubungan dengan siapa. Beberapa hasil dari media penelitian jaringan sosial menggunakan saran bahwa ditemukan hasil yang berlawanan dari penggunaan CMC dan Intertnet mungkin mendamaikan dengan melihat secara lebih dekat pada macam-macam media pendukung (Haythornthwaite 2002, 2005). Penelitian jaringan telah menemukan bahwa penggunaan media berbeda berdasarkan, pada kekuatan antar hubungan sepasang komunikasi. Namun, perbedaannya tidak pada media apa yang digunakan, tapi berapa banyak, mereka yang hubungan yang lebih kuat lebih menggunakan media komunikasi yang tersedia daripada mereka yang hubungannya lemah (Haythornthwaite & Wellman, 1998; Haythornthwaite, 2001, 2002; Koku et al., 2001).
            Sementara itu ada juga perkembangan dalam memahami peran CMC dan interaksi online yang masih berhubungan dengan aktivitas offline, masih ada beberapa bahasan tentang penggunaan banyak media. Tetapi masih banyak bahasan berlanjut untuk memerikasa satu media, contohnya : pesan elektronik, blog, ataupun pesan instan. Melihat penggunaan komunikasi yg memiliki banyak arti adalah sebuah langkah asli untuk memahami tempat setiap media dalam kebiasaan berkomunikasi secara individual, kelompok, dan komunitas.
TIE-BASED VIEW OF MEDIA USE
            Sebuah interpersonal, pandangan tentang media didasarkan untuk mendamaikan hasil yang sebelumnya berbeda. Jika kita menuduh dan menentang argumen CMC dalam hal jaringan hubungan, alasan menentang CMC, terutama ketidakmampuan untuk menyampaikan emosi atau pemikiran yang kompleks, dapat dilihat sebagai argumen CMC tidak mampu untuk menyampaikan isyarat yang cukup untuk mempertahankan pekerjaan atau hubungan persahabatan. Argumen CMC memiliki kaya sarana komunikasi, argumen juga merupakan tentang kemampuan untuk menjaga ikatan yang kuat. Komunikasi CMC muncul lebih kuat dan memperkenalkan masyarakat luas yang mencakup hubungan interpersonal dan bahasa halus secara online (termasuk simbol seperti emtikon, singkatan, dan juga norma sosial untuk menggunakan bahasa dan konten percakapan). Dengan demikian, penggunaan membangun pada satu sama lain untuk mendukung hubungan, dan pada akhirnya keseluruhan dari jaringan hubungan.
ONLINE AND OFFLINE INTEGRATION
            Kecenderungan utama dalam penelitian yang kedua mengeksplorasi faktor-faktor sinergi antara online dan hubungan komunikasi offline. Sebagian penelitian ini di gerakan oleh pengakuan dari CMC dan internet telah menjadi bagian rutin kehidupan sehari-hari, daripada menduduki sebuah keberadaan dunia yang terpisah. Alat berkirim surat telah beralih dari chatting remaja untuk dunia bisnis (Cho et al., 2005; Quan-Haase et al., 2005), komunitas-komunitas online dari program domain berlatih bisnis masyarakat, e-mail sebagai alat bisnis untuk komunikasi antar pribadi.
DOMESTICATION
            CMC dan internet telah bergerak ke luar kantor, mereka juga menemukan konteks yang baru. Saat ini mempelajari kecenderungan di domestikasi internet.
            Salaff (2002) memeriksa bagaimana bekerja dirumah karena di kelola membantu membawa pekerjaan kantor kedalam ruang domestik dan Kazmer (2002) melihat bagaimana pelajar memuat pendidikan mereka dan tanggung jawab kerja mereka kedalam offline rumah.
WRAPPING UP
            Penelitian CMC dan internet menunjukkan bahwa masih ada perhatian yang kuat pada komunikasi internet terhadap cara perubahan perilaku dan cara kita menjaga sebuah hubungan. Seperti pada awal perdebatan, CMC mengkhawatirkan pengguna internet yang akan berdampak pada keluarga dan hubungan lokal. Perdebatan berlangsung lama tentang hilangnya komunitas pada setiap perpindahan masyarakat migrasi, masyarakat urbanisasi, dan perubahan teknologi. Tetapi, perubahan itu pasti terjadi seiring berjalannya waktu kehidupan (selama lebih dari 16 jam pengguna mengunakan internet), dimana teknologi sudah berada (secara meningkat dirumah), dimana kita bisa mencapainya (dimana saja dengan menggunakan komputer), kapan kita bisa menggunakannya (ketika konektivitas melintasi zona waktu dunia).

            Sementara penelitian CMC dan internet yang sebelumnya, cenderung untuk memperbaiki konsep monolitik, maka banyak orang menggunakan konsep tersebut untuk berbagai macam keperluan; telah menciptakan sebuah kebutuhan yang lebih bertema pada pekerjaan. Dalam penelitian yang dilakukan sampai sejauh ini, hal tersebut dilakukan melalui dua kecenderungan: (1) penelitian yang konteks, aktifitas, dan penggunanya unbundles. Mereka mencari kegunaan oleh masing-masing dan setiap pengguna mempunyai perbedaan di msyarakat. (2) penelitian yang mempelajari konsituensi pengintegrasian CMC dan internet kedalam kehidupan sehari-hari. Pandangan ini bersifat saling melengkapi. Sementara kehidupan sehari-hari memaksa kita untuk melihat tumpang tindih antara interaksi online dan offline, pendekatan unbundling mengingatkan kita bahwa ada perbedaan tentang siapa yang tidak online dan apa yang mereka lakukan disana. Dengan demikian, hal ini penting karena penelitian dilanjutkan untuk mengatasi dua pandangan tersebut. Kedua pandangan tersebut penting untuk pertanyaan baru tentang CMC dan penggunaan internet.

Jumat, 05 Juni 2015

PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN

Tugas: 4 Nama: Sherly Anggraeni NPM: 1A514226 Kelas: 1PA09

Nama saya Sherly Anggraeni dari kelas 1PA09 jurusan Psikologi Universitas Gunadarma. Disni saya akan membahas persiapan yang akan saya tampilkan untuk tugas akhir pada tanggal 13 Juni dalam mata kuliah kreativitas dan keberbakatan dengan dosen Ibu Indria Hapsari. Bakat yang akan saya tampilkan yaitu cara membuat bola coklat dan roti goreng. Persiapannya seperti membuat video pada saat saya sedang membuat bola coklat dan roti goreng untuk ditampilkan, membeli bahan-bahan dan menyiapkan alat-alat yang saya butuhkan.
Berikut bahan dan cara pembuatannya


Bolat Coklat


Bahan-bahan :
1.      Marie Regal
2.      Susu coklat kental manis
3.      Mesis ceres
Cara pembuatan :
1        Masukan regal kedalam pelastik
2.      Tumbuk regal sampai halus
3.   Masukan regal yang telah halus tadi kedalam mangkuk
4. Tuangkan susu coklat kedalam mangkuk yang berisi regal
5.     Kemudian aduk sampai rata dengan menggunakan plastik
6.          Bulatkan seperti bola
7.         Masukan bulatan bola coklat kedalam mesis
8.         Letakan di atas piring saji
9.         Bola coklat siap dimakan

Roti Goreng
Bahan-bahan :
1.      Roti tawar
2.      Saos tomat
3.      Telur
4.      Keju chedaar
5.      Tepung roti
6.      Sosis
Cara pembuatan :
1.    Campurkan saos tomat dengan mayones, aduk sampai rata
2.    Parut keju
3.    Pecahkan telor
4.    Masukkan tepung roti kedalam piring
5.    Pipihkan roti dengan menggunakan rollan roti
6.    Lumuri roti dengan campuran sasos dan mayones
7.    Letakkan sosis di atas pinggir roti
8.    Letakkan keju di pinggir-pinggir sosis
9.    Gulung roti
10.  Lumuri roti dengan telur sampai rata
11.  Setelah itu lumuri dengan tepung roti
12.  Goreng roti sampai warna berubah menjadi kecoklatan
13.  Roti goreng siap dimakan

Jumat, 24 April 2015

PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN

Tugas: 4 Nama: Sherly Anggraeni NPM: 1A514226 Kelas: 1PA09

Kenali Potensi dalam Diri


Sewaktu SD saya sudah mulai mengenal pelajaran seni musik. Waktu itu alat musik yang digunakan untuk belajar seni musik di sd saya adalah suling tetapi sempat beberapa kali menggunakan pianika. Awalnya memang sulit untuk bermain suling tetapi saya penasaran agar bisa memainkannya dengan sempurna dan menghasilkan bunyi yang indah, untuk itu saya berlatih dan terus mencobanya dirumah. Saat pelajaran seni musik dimulai, guru saya memberikan not lagu untuk kita mainkan,  saya dan satu teman saya cepat menangkapnya dan kami berdua disuruh maju memainkan suling untuk diajarkan keteman-teman saya. Dari situlah saya mulai menyukai permainan alat musik.

Kemudian di SMP saya juga ada pelajaran seni musik, kali ini tidak menggunakan suling tetapi menggunakan pianika. Karena pada saaat di sd saya pernah sedikit mempalajarinya, jadi saya tau dimana letak-letak tangga nada seperti do-re-mi-fa-so-la-si-do di pianika. Terkadang saat dirumah saya mencoba untuk mempelajari beberapa lagu daerah. Bermain pianika sangat menyenangkan, namun kita harus menguasai tekniknya sebelum memainkannya.

Lalu di SMA juga terdapat pelajaran seni musik yang menggunakan pianika. Pada saat kelas 11 saya dan 2 teman saya terpilih masuk dalam tim pengiring, kita dipilih untuk mengiri beberapa kelompok yang tampil untuk pengambilan nilai seni musik, tentunya saya juga harus menguasai not-not lagu dari tiap-tiap kelompok. Setiap kelas saya kebagian menjadi petugas upacara, saya mengiringi paduan suara dengan menggunakan pianika. Saya juga disuruh untuk membantu mengiri kelas 12. Pada saat guru seni musik saya menciptakan sebuah lagu untuk sekolah saya, saya dan kakak kelas dipilih untuk memainkan lagu tersebut dihadapan kepala sekolah. Saat kelas 12 saya kembali dipilih mengiringi teman-teman saya untuk pengambilan nilai seni musik. Sama seperti saat di kelas 11, namun disini saya ditemani oleh 3 teman saya karena ada pembagian suara 1, 2, dan 3. Dua orang bermain di suara 1, dua orang lagi bermain di suara 3, dan saya sendiri bermain disuara 2.

Mungkin potensi yang saya miliki ada di dalam bermain alat musik tetapi selain bermain alat musik saya juga suka memasak. Karena kakak saya juga suka memasak jadi terkadang kita berdua membuat kue dan makanan lainnya.

Kamis, 16 April 2015

PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN

Tugas: 2 Nama: Sherly Anggraeni NPM: 1A514226 Kelas: 1PA09


Apakah Bakat & Kreativitas berbeda?

A. Bakat

Menurut KBBI, bakat adalah dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yg dibawa sejak lahir. Berikut ini definisi Bakat yang dikemukakan menurut para ahli :

  1. S.C. Utami Munandar (1985) Bakat adalah (aptitude) pada umumnya diartikan sebagai kemampuan bawaan sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud.
  2. Kartini Kartono (1979) Bakat adalah mencakup segala faktor yang ada pada individu sejak awal pertama dari kehidupannya yang kemudian menumbuhkan perkembangan keahlian, kecakapan, dan keterampilan khusus tertentu. Bakat bersifat laten potensial (dalam arti dapat mekar berkembang).
  3. Suganda Pubakawatja (1982) Bakat adalah sebagai benih dari suatu sifat, yang baru akan nampak nyata, jika mendapat kesempatan atau kemungkinan untuk berkembang.
  4. William B.Michael Bakat adalah kemampuan individu melakukan tugas, sedikit atau tidak tergantung pada latihan sebelumnya.
  5. Bingham Bakat adalah kondisi atau seperangkat sifat-sifat yang dianggap sebagai tanda kemampuan individu untuk menerima latihan (respon).

B. Kreativitas

Dalam KBBI, kreatif didefenisikan sebagai kemampuan untuk mencipta atau proses timbulnya ide baru. Pada intinya pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk ciri-ciri aptitudemaupun non aptitude, dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, dan semuanya relatif berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya. Sebenarnya, ada banyak pengertian kreativitas, misalnya ada yang mengartikan kreativitas sebagai upaya melakukan aktivitas baru dan mengagumkan. Di lain pihak, ada yang menganggap bahwa kreativitas adalah menciptakan inovasi baru yang mencengangkan. Berikut beberapa pengertian kreativitas yang dikemukakan oleh para ahli:


  1. Widayatun Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah, yang memberikan individu menciptakan ide-ide asli/adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang.
  2. James R. Evans Kreativitas adalah keterampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek perspektif baru, dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran.
  3. Santrock Kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan tentang sesuatu dalam cara yang baru dan tidak biasanya serta untuk mendapatkan solusi-solusi yang unik.
  4. Semiawan Kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas meliputi baik ciri-ciri aptitude seperti kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), dan keaslian (originality) dalam pemikiran, maupun ciri-ciri non aptitude, seperti rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan dan selalu ingin mencari pengalaman-pengalaman baru.
  5. Munandar Kreativitas adalah kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan atau menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif.

C. Kesimpulan

Menurut saya bakat dan kreativitas berbeda. Karena bakat merupakan kemampuan dasar yang dimiliki dalam diri manusia sejak ia di lahirkan. Bakat perlu dikembangkan dan dilatih guna menghasilkan suatu keahlian, kecakapan, dan dapat berketrampilan khusus. Sedangkan kreativitas merupakan pemikiran atau gagasan untuk menciptakan sebuah hal yang baru.

Sumber:

http://imilsurimil.blogspot.com/2014/01/pengertian-bakat-dan-jenis-jenis-bakat.html

http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-kreativitas-menurut-para-ahli.html#_

Kamis, 19 Maret 2015

PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN

Tugas: 2 Nama: Sherly Anggraeni NPM: 1A514226 Kelas: 1PA09


Laporan Observasi Bakat di Lingkungan Sekitar

Sewaktu saya bersekolah di SMAN 106 Jakarta, saya mempunyai teman sekelas di 12 IPS 2. Teman saya tersebut mempunyai bakat di bidang olahraga seperti taekwondo, sepak bola, futsal dan volly. 

Berikut adalah profil teman saya yang mempunyai bakat di bidang Taekwondo



Dia adalah teman sebangku saya di kelas 12 IPS 2. Dia sangat berprestasi di bidang non-akademik tetapi tidak hanya di bidang non-akademik saja, dia juga cukup berprestasi di bidang akademik. Dia pernah mengikuti Olimpiade Geografi sampai tingkat Jakarta Timur.

Dia bernama Chaerani Chusnasari banyak teman-temannya memanggil dengan panggilan Cae atau bisa juga Rani. Lahir di Bogor 27 Mei 1996. Umur 18 Tahun. Zodiac Gemini. Bertempat tinggal di Jln. Cendrawasih No.44 Mekarsari, Cimanggis. Agama Islam. Cae pernah bersekolah di SDN Pekayon 05 Pagi Jakarta Timur, SMPN 91 Jakarta Timur, SMAN 106 Jakarta Timur. Hobby olahraga dan menggambar. Cae mempunyai sebuah club yang bernama TEINS club (Taekwondo Independent Sport) JAKARTA.



Taekwondo adalah uraian kata Tae (kaki/tendangan) Kwon (tangan/pukulan) Do (seni). Yang artinya yaitu suatu seni beladiri taekwondo yang mengendalikan kekuatan kaki dan tangan dalam sebuah keindahan dan kekuatan. Taekwondo berasal dari Korea Selatan. Taekwondo bagi dia sudah menjadi salah satu bagian hidupnya, di taekwondolah ia bisa berkarya menjadi seorang atlet dan pelatih, menghasilkan banyak prestasi. Beladiri Taekwondo menurutnya salah satu kegiatan beladiri yang sangat simple dan sangat baik bagi kesehatan. Cocok untuk orang yang sangat menyukai olahraga, karna pola olahraganya sangat veriatif dan menyenangkan. Dan sangat melatih tubuh, karena taekwondo lebih mengandalkan dan melatih power (kekuatan) dan speed (kecepatan) atau kelincahan terutama pada kaki. Cae mulai menekuni atau mulai belajar Taekwondo sejak kelas 1 SMP. Hal yang membuat cae tertarik dan mau mempelajari Taekwondo karena dia sangat menyukai olahraga dan beladiri Taekwondo adalah olahraga yang menantang. Taekwondo pun bisa disebut dengan beladiri yang sangat modern, keren, tidak membosankan, dan bisa banyak menghasilkan prestasi sampai ke jenjang dunia. Itulah yang membuat dia menyukai taekwondo.
Menurut cae manfaat dari taekwondo itu sendiri yaitu sangat baik untuk kesehatan melatih fisik, kekuatan, kecepatan, kelincahan dan melatih kita untuk fokus. Karena dalam pertandingan taekwondo sangat dibutuhkan unsur fokus untuk meraih hasil yang terbaik.
Apa saja nama-nama gerakan di dalam taekwondo? Kata cae nama teknik di taekwondo itu sangat banyak. Tetapi unsur dalam gerakannya yaitu : 1. Chagi (tendangan) 2. Jireugi (pukulan) 3. Cireugi (tusukan) 4. Makki (tangkisan). Taekwondo terdapat beberapa jenis jurus yang di pertandingkan yaitu poomsae (teknik keindahan), Kyorugi (fight), Kyukpa (pemecahan benda keras), Hosinsul (teknik bantingan/kunci). Cae sangat menyukai semua gerakan tersebut, tetapi yang lebih ia kuasai yaitu poomsae (teknik keindahan).
Cae pernah mengalami cidera fisik dari yang paling parah seperti dislokasi tulang atau pergeseran di bagian tulang belakang/tulang ekor saraf terjepit. Yang paling ringan seperti memar, hamstring, cidera lutut, cidera engkel, ataupun cidera otot. Ia mulai belajar serius dibidang taekwondo dari 1 SMP, tetapi mulai berprestasinya sampai ketingkat naional itu membutuhkan waktu 2 Tahun.

Sang idola taekwondo cae di Nasional yaitu para atlet INA seperti Mutihab, Kevita, Defia Rosmaniar, Fazza, Ahmadnabil, Julius Fernando, Lia Karlina. Kalau idola mancanegara, saya sangat menyukai atlet yang berasal dari Korea ang Suji, dan atlet dari Turki Elif Yilmaz. Dan idola tokoh taekwondo yaitu Master Shin Sung Jung dari korea. Alasan cae mengidolakan sang atlet tersebut karena mereka sangat hebat, mereka adalah juara dunia dan sebagai motivasi untuk dirinya. Cae juga pernah bertemu dan juga pernah latihan bersama dengan atlet taekwondo nasional pada saat ia berada di Peltda atau pada saat acara taekwondo atau pada saat kejuaraan. Awal mula cae mengikuti pertandingan saat ia SMP dan dari sabuk kuning berawal dari ajang pemula sampai ajang prestasi. Perasaan cae saat mengikuti pertandingan taekwondo "Tidak hanya saya atlet dunia pun pasti merasakan yang namanya nerveous, tetapi dengan hal itu kita terlatih mentalnya. Tapi perasaan sangat bahagia dan bangga kita berada di tengah karena pertandingan".
Persiapan cae untuk latihan pertandingan taekwondo tersebut yaitu dengan melatih fisik, training center, jaga kesehatan, pola makan yang sehat, tidak tidur malam, jaga berat badan. Dia mengatakan "Selain fisik, mental kita pun juga harus siap. Usaha, latihan keras, disiplin dan doa adalah modal seorag juara".
Motivasi yang membuat ia terus mengikuti lomba taekwondo yaitu "karena saya merasa bangga dengan mengikuti pertandingan dan selalu tertantang atau selalu timbul rasa penasaran jika saya belum menjadi juara sehingga selalu ingin mencoba dan berusaha untuk jadi seseorang juara. Membanggakan di depan orang banyak dan orang tua, dan masih banyak tujuan kedepan sebagai seorang atlet seperti ingin menjadi juara nasional dan juara dunia".
Tantangan di dunia taekwondo bagi cae adalah ketika ia di tuntut untuk menjadi seorang juara dan bisa membuktikan itu kepelatih, orang tua, dan orang lain.
Menurut cae dunia Taekwondo di Indonesia semakin maju dan pesat, atletnya semakin maju dan semakin berkualitas, beda dengan dulu yang masih tertinggal dan belum mengenal tentang taekwondo. Kalau sekarang rata-rata orang tau tentang taekwondo. Harapan cae untuk kemajukan beladiri taekwondo kedepannya yaitu "Saya berharap olahraga taekwondo semakin di perhatikan dan fasilitasnya makin baik di DKI Jakarta. Pemerintah atau pengurus bisa lebih peduli dengan beladiri taekwondo, karena atlit itu adalah aset daerah atupun negara untuk memajukan nama Indonesia di mata dunia".

Prestasi-prestasi yang pernah dia raih? prestasi-prestasi sudah banyak yang ia dapat. Dari kejuaraan antar club di DKI Jakarta, kejuaraan di luar daerah, ataupun kejuaraan yang membela DKI Jakarta.


Beberapa kejuaraan dan perolehannya yaitu :

26 April 2009, GOR POPKI Cibubur, peraih medali emas

13 Maret 2010, GOR POPKI Cibubur, Invistasi 64 Cup II SMP & SMA se-DKI Jakarta, peraih medali emas

27 Juni 2010, GOR Kalisari, Invivitas Cakra Rajasa se-Jabodetabek, peraih medali perunggu

21 Januari 2012, GOR POPKI Cibubur, JTF 5, juara 3

19 Februari 2012, GOR POPKI Cibubur, Open Turnament pra-junior dan junior, peraih medali emas

19 Februari 2012, piala penghargaan atlet terbaik putri Kejuaraan Open Turnament

26 Februari 2012, peserta ujian dan Kukkiwon Internasional terbaik

3 Maret 2012, GOR Jakarta Timur, Kejuaraan Master Untuk Cup, peraih medali emas

12 Mei 2012, GOR Pulogadung Jakarta, Kejuaraan IISIP Cup VI se-Jabodetabek, peraih medali perak

16 Juni 2012, GOOR POOPKI Cibubur, JTF 6, peraih medali emas

22 September 2012, Adiarsa sport hall Karawang, Invitasi Karawang Tiger Cup se-Jawa Barat, peraih medali perunggu

29 September 2012, Kejuaraan Jakarta Timur Championship, peraih medali emas

20 Oktober 2012, GOR Surya Kencana kota Sukabumi, Kejuaraan Wali Kota Sukabumi, peraih medali emas

4 Novermber 2012, GOR Jakarta Timur, Kejuaraan Delta Open, peraih medali emas

9 Februari 2013, Kejuaraan Ibnu Sina Expo, peraih medali ems

10 Mei 2013, Kejuaraan JATIM OPEN pra junior, junior, dan senior Surabaya, peraih medali perunggu

18 Mei 2013, Youth Center Jakarta Timur, PORWIL Jakarta Timur, juara 2

17 Mei 2014 GOR POOPKI Cibubur, Kejuenas Delta Open, peraih medali perunggu

8 Septermber 2014, GOR Ciracas, Kejuaraan Jakarta Timur

8, 9, 10 Oktober 2014, Dojang Samarinda, Kejuaraan Kalimantan Timur, Peraih Medali Perunggu.


"Prestasi yang paling berkesan bagi saya adalah saat saya kejuaraan di Surabaya dan Kalimantan, lalu mendapatkan piala atlet terbaik putri dan peserta terbaik ujian Sabuk hitam kukkiwon taekwondo DKI Jakarta".













Chaerani Chusnasari di taekwondo sampai sekarang sudah sabuk hitam dan 2 kukkiwon.
Untuk jadi seorang juara harus bisa giat berlatih jangan perhitangan dengan waktu tenaga ataupun biaya, karena semua yang kita keluarkan tidak ada yang percuma kalau kita sungguh-sungguh menjalaninya dan tidak setengah-setengah. Semua akan terbayar sesuai usaha yang telah kita lakukan dengan prestasi yang kita dapatkan. Ikuti segala instruksi pelatih dengan disiplin dan beretika baik, makin membuat kita menjadi juara. Karena tanpa sorang pelatih atau guru, kita bukan apa-apa. Hargai dan hormati pelatihmu dan percayakan ke pelatihmu, karena tujuan pelatih itu hanyalah untuk membuatmu menjadi seorag juara. - Chaerani Chusnasari


Dan berikut ini adalah profil teman saya yang mepunyai bakat dalam Sepakbola, Futsal dan juga Volly



Dia bernama Andreano Kahendou biasa teman-temannya memanggil dengan sebutan banong. Lahir di Jakarta 21 September 1995, Sekarang berumur 19 Tahun. Bintang Virgo. Dia anak ke 2 dari 3 bersaudara. Bapaknya adalah seorang guru olahraga di sebuah SMP Negeri. Bintang Virgo. Bertempat tinggal di Jl. Lewa RT 05/10 No.81, Pekayon, Ps.Rebo. Agama: Kristen Protestan. Hobby bermain sepakbola dan futsal. Dia mempunyai sebuah club yang bernama Lons Army Fc. Setiap ada classmeet dia selalu turun mewakilkan kelas untuk mengikuti lomba futsal dan juga volly. Setiap ada classmeet dia selalu turun mewakilkan kelas untuk mengikuti lomba futsal dan juga volly. Saat ini dia kuliah di Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi.


Menurut andre atau yang biasa dikenal dengan panggilan banong ini mengatakan bahwa sepak bola itu merupakan salah satu permainan yang memerlukan skill dan kekompakan dalam berkelompok dan memerlukan strategi yang bagus. Banong mulai mengikuti atau mulai menyukai sepak bola sejak kelas 1 SD. Hal yang membuat banong tertarik dan mulai menyukai permainan bola ini salah satunya karena dukungan seporter. Banong berpendapat bahwa manfaat dari bermain sepak bola bisa menghilangkan stress. Disaat bermain sepak bola dia pernah mengalami cidera fisik. Idola pemain sepak bola banong adalah Lionel messi karena permainannya yang bagus dan sang pahlawan dalam lapangan. 

Banong mulai mengikuti pertandingan sepak bola sejak sekolah dasar mengadakan pertandingan antar sekolah dasar. Perasaan banong sewaktu mengikuti pertandingan tersebut senang dan ada rasa gerogi, karena baru pertama kali mengikuti turnamen. Persiapan untuk mengikuti pertandingan tersebut dengan cara latihan streching saja. Banong mulai mendapatkan prestasi sejak SMP. Motivasi yang membuat banong terus mengikuti pertandingan karena dorongan kawan dan juga ingin mendapat kebanggan. Kata banong dalam bermain bola itu ada kalanya kita senang dan sedih, senangnya karna dapat mengetahui arti kekompakan dalam bermain sepak bola, sedihnya karna kalau kalah diomelin oleh pelatih. Menurut banong tantangan dalam bermain sepak bola yaitu cara menyusun strateginya. Banong berpendapat bahwa dunia persepakbolaan saat ini sangat bagus dan mulai berkembang, dan dia berharap agar dunia persepakbolaan kedepannya bisa menjadi yang tebaik.

Prestasi yang pernah dia raih yaitu juara 3 saat lomba futsal sewaktu SD, juara 3 lomba sepak bola kecil sewaktu SMP, juara 1 lomba futsal gereja. Selain prestasi sepak bola, dia juga pernah meraih prestasi dibidang volly yaitu juara 3 lomba volly sewaktu SD dan juara 2 lomba volly sewaktu SMP.

Kamis, 12 Maret 2015

PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN

Tugas 1 Nama: Sherly Anggraeni NPM: 1A514226 Kelas: 1PA09


Kemampuan Khusus (Bakat)


Inteligensi (dalam buku Tes Bakat) merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan suatu kondisi yang memungkinkan terciptanya pengetahuan, kecakapan, atau keterampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut bakat (aptitude).

Bakat adalah kemampuan tertentu yang dibawa sejak lahir. kemampuan bawaan sebagai potensi (potential ability) yang masih perlu dikembangkan dan dilatih/dipelajari (Sobur,2003). Karena masih bersifat potensial, bakat merupakan potensi yang masih memerlukan latihan dan pengembangan secara serius dan sistematis agar dapat terwujud. Bakat sangat berpengaruh dalam pemilihan karier. Dengan mengenal bakat sendiri, seseorang dapat menilai kemampuan dirinya dan dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan atau tawaran dunia kerja.

        Differential Aptitude Test (DTA) secara umum digunakan untuk mengetahui bakat seseorang dalam menentukan bidang pekerjaan apa yang cocok untuk dirinya. Dalam tes ini, bakat dibagi menjadi bidang-bidang berikut :
  1. Verbal, untuk melihat kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami ide dan konsep, serta memecahkan masalah dalam bentuk kata-kata.
  2. Numerik, untuk melihat seberapa baik seseorang dalam berpikir, memahami ide, dan konsep, serta memecahkan masalah dalam bentuk kata-kata.
  3. Skolastik, untuk melihat kemampuan berpikir verbal dan numerikal seseorang dalam menyelesaikan tugas mata pelajaran/akademik.biasanya tes ini dipakai untuk menyeleksi siswa berbakat (gifted children) dan siswa yang akan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
  4. Abstrak, untuk mengetahui seberapa baik dan mudah seseorang memecahkan masalah dengan menggunakan diagram, pola, dan rancangan yang disajikan dalam materi ukuran, bentuk, dan posisi. Biasanya tes ini bersama dengan tes relasi ruang dan mekanik digunakan untuk meramalkan jenis pekerjaan bidang mesin, teknik, dan industri.
  5. Relasi ruang, untuk mengetahi seberapa baik seseorang dapat memvisualkan, mengamati, dan membentuk gambaran mental dari objek-objek dengan melihat pola dua dimensi dan berpikir dalam tiga dimensi.
  6. Mekanik, untuk mengetahui seberapa mudah seseorang memahami prinsip-prinsip umum ilmu pengetahuan alam dan seberapa baik seseorang mengerti tata kerja dalam perkakas sederhana, mesin, dan peralatan lainnya.
  7. Kecepatan dan Ketelitian Klerikal, untuk mengetahui seberapa cepat dan teliti seseorang dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan pencatatan.
  8. Kemampuan bahasa Indonesia, untuk mengetahui seberapa baik pengertian dan keterampilan ejaan seseorang, seberapa banyak kosakata yang dikuasai, dan seberapa tinggi kelancaran serta kepekaan seseorang dalam berbahasa Indonsia.
  9. Kemampuan bahasa asing, untuk mengetahui seberapa baik kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis seseorang dalam berbahasa asing.

Mengapa kalian perlu untuk menggali bakat kalian?

        Kita sangat perlu menggali bakat kita sendiri dengan berlatih atau mengasah bakat kita secara terus-menerus agar kemampuan yang kita miliki dapat terwujud secara maksimal.. Kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan. Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan. Karena kemampuan khusus yang dimiliki oleh seseorang akan berkembang apabila orang tersebut mau menyadari bahwa bakat yang dimilikinya akan sangat berpengaruh terhadap pilihan karier dan cita-citanya, mengenal bakat yang dimilikinya secara mendalam sehingga dapat menjadikannya sebagai landasan untuk merencanakan kehidupan di masa depan.